Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Maret 2014

Makalah Penyakit DIARE download

BAB I
PENDAHULUAN
Pada umumnya masalah penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan yang masih merupakan masalah kesehatan terbesar di Indonesia baik dikarenakan masih buruknya kondisi sanitasi dasar, lingkungan fisik maupun rendahnya perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, dan masih banyak faktor penyebab munculnya penyakit diare tersebut.
Kebersihan lingkungan merupakan suatu yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan pada umumnya. Banyaknya penyakit-penyakit lingkungan yang menyerang masyarakat karena kurang bersihnya lingkungan disekitar ataupun kebiasaan yang buruk yang mencemari lingkungan tersebut. Hal ini dapat menyebabkan penyakit yang dibawa oleh kotoran yang ada di lingkungan bebas tersebut baik secara langsung ataupun tidak langsung yaitu melalui perantara. Penyakit diare merupakan suatu penyakit yang telah dikenal sejak jaman Hippocrates. Sampai saat ini, diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama masyarakat Indonesia
Diare merupakan penyakit berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian dan dapat menimbulkan letusan kejadian luar biasa (KLB). Penyebab utama kematian pada diare adalah dehidrasi yaitu sebagai akibat hilangnya cairan dan garam elektrolit pada tinja diare (Depkes RI, 1998).  Keadaan dehidrasi kalau tidak segera ditolong 50-60% diantaranya dapat meninggal.
Tentang penatalaksanaan dan pencegahan diare, peran orang tua yang paling penting. Tingkat pengetahuan orang tua tentang diare pada balita sangat berpengaruh terhadap penatalaksanan dan pencegahan terhadap diare itu sendiri. Pengetahuan orang tua dengan kejadian diare pada balita dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti media masa, penyuluhan yang dilakukan tim kesehatan, lingkungan maupun dari berbagai sumber lainnya. Selama ini persepsi yang sering muncul di masyarakat tentang diare adalah karena proses pembuangan zat-zat sisa yang tidak diperlukan oleh tubuh dan tidak memerlukan penanganan karena akan sembuh dengan sendirinya. Atau mungkin juga muncul persepsi jika balita tidak kunjung sembuh dari diare, maka orientasi ibu selalu menginginkan anaknya segera dapat buang air secara normal saran tanpa memperhitungkan akibat buruk dari obat diare yang tidak sesuai penggunaannya.

Begitu pula dengan penyebaran penyakit diare di Dusun Ngumpul, Jogoroto, Jombang yang sering terjadi dikarenakan faktor perilaku manusia itu sendiri yang kurang memahami akan pentingnya hidup bersih dan sehat, juga dikarenakan masih buruknya kondisi sanitasi dasar lingkungan fisik maupun rendahnya sikap dan perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat sehingga sangat dibutuhkan adanya suatu penelitian guna mengevaluasi tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dalam pencegahan diare dirumah.
 Oleh karena itu dengan mempelajari perilaku dari masyarakat ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam kehidupan kita sehari-hari akan pentingnya hidup bersih dan sehat dan segera melakukan tindakan pengobatan bagi masyarakat yang telah terinfeksi diare.

BAB II
PERMASALAHAN
A.     Diare di Dusun Ngumpul, Jogoroto, Jombang
A.1 Latar Belakang
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 18-21 September 2007 di Dusun Ngumpul, Jogoroto, Jombang yaitu dengan survey dan wawancara didapatkan hasil dari 15 keluarga diketahui bahwa 9 diantaranya masih kurang dalam pengetahuan tentang akibat dan cara penanganan penyakit diare, 7 orang kurang dalam sikap yaitu mereka membiarkan anak bermain di sungai dan tidak membiasakan anaknya untuk cuci tangan sebelum makan, juga 5 orang mempunyai perilaku yang kurang baik dalam pencegahan penyakit diare yaitu mencuci tangan tidak menggunakan sabun, tetapi hanya dilakukan sewaktu tangan tampak kotor. Dalam hal sanitasi  misalnya, berdasarkan hasil survey didapatkan masih banyaknya masyarakat yang membiarkan anaknya bermain di sungai, BAB disungai, mereka masih memanfaatkan “toilet terbuka” yang biasanya terletak di kebun, pinggir sungai, atau empang, dan membuang sampah di belakang rumah ataupun di lahan kosong belakang rumah. Dan data tentang kejadian diare di Kelurahan Ngumpul yang ada di Polindes yaitu sebanyak 137 kasus diare. Perilaku semacam itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor ekonomi karena untuk membuat septic tank diperlukan biaya. Tidak tersedianya septic tank umum dan layanan yang baik untuk penyedotannya. Buang air besar di area terbuka (sungai atau empang) telah menjadi kepraktisan dan dilakukan banyak orang di sekitarnya.
A.2  Definisi Operasional
1.      Pengetahuan keluarga tentang diare adalah pengetahuan salah satu anggota keluarga yang mempunyai anak usia sekolah di Dusun Ngumpul, Jogoroto, Jombang yang meliputi : definisi, tanda dan gejala, akibat diare, cara penularan, prinsip pengobatan, cara pencegahan diare.

2.      Sikap keluarga dalam pencegahan diare adalah respon atau reaksi salah satu anggota keluarga dalam mencegah diare pada anak usia sekolah di Dusun Ngumpul, Jogoroto, Jombang yang meliputi : datang ke tempat penyuluhan, memotong kuku setiap kuku panjang, kebiasaan untuk cuci tangan dengan sabun, menyiapkan makanan yang higienis, BAB di toilet, menjaga kebersihan baik perorangan ataupun untuk lingkungan dengan cara kerja bakti, membuang sampah pada tempatnya. Untuk mengkategorikan Sikap, menggunakan skala ordinal berdasarkan kategori baik, cukup, kurang.
3.      Perilaku keluarga dalam pencegahan diare adalah kegiatan atau aktivitas salah satu anggota keluarga dalam mencegah diare pada anak usia sekolah di Dusun Ngumpul, Jogoroto, Jombang yang meliputi : yaitu menjaga kebersihan lingkungan, melakukan cuci tangan, menjaga kebersihan perorangan, menjaga sanitasi air agar tetap bersih, menjaga kehigienisan makanan, dan sebagainya. Untuk mengkategorikan perilaku, menggunakan skala ordinal berdasarkan kategori baik, cukup, kurang.

BAB III
PEMBAHASAN

A.     Pengertian diare
 Menurut WHO (1999) secara klinis diare didefinisikan sebagai bertambahnya defekasi (buang air besar) lebih dari biasanya/lebih dari tiga kali sehari, disertai dengan perubahan konsisten tinja (menjadi cair) dengan atau tanpa darah. Secara klinik dibedakan tiga macam sindroma diare yaitu diare cair akut, disentri, dan diare persisten. Sedangkan menurut menurut Depkes RI (2005), diare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari .
Diare akut diberi batasan sebagai meningkatnya kekerapan, bertambah cairan, atau bertambah banyaknya tinja yang dikeluarkan, akan tetapi hal itu sangat relatif terhadap kebiasaan yang ada pada penderita dan berlangsung tidak lebih dari satu minggu. Apabila diare berlangsung antara satu sampai dua minggu maka dikatakan diare yang berkepanjangan (Soegijanto, 2002).
B.     Penyebab diare
Diare terjadi akibat adanya rangsangan terhadap saraf otonom di dinding usus sehingga menimbulkan reflex mempercepat peristaltic usus, rangsangan ini dapat ditimbulkan oleh :
a.       Infeksi oleh bakteri pathogen, misalnya bakteri E.Colie
b.      Infeksi oleh kuman thypus (kadang-kadang) dan kolera
c.       Infeksi oleh virus, misalnya influenza perut dan ‘travellers diarre’
d.      Akibat dari penyakit cacing (cacing gelang, cacing pita)
e.       Keracunan makanan dan minuman
f.       Gangguan gizi
g.       Pengaruh enzyme tertentu
h.      Pengaruh saraf (terkejut, takut, dan lain sebagainya)

Beberapa perilaku yang dapat meningkatkan risiko terjadinya diare pada balita, yaitu ( Depkes RI, 2007):
1.      Tidak memberikan ASI secara penuh 4-6 bulan pertama pada kehidupan. Pada balita yang tidak diberi ASI resiko menderita diare lebih besar daripada balita yang diberi ASI penuh, dan kemungkinan menderita dehidrasi berat lebih besar.
2.      Menggunakan botol susu, penggunaan botol ini memudahkan pencemaran oleh kuman karena botol susah dibersihkan. Penggunaan botol yang tidak bersih atau sudah dipakai selama berjam-jam dibiarkan dilingkungan yang panas, sering menyebabkan infeksi usus yang parah karena botol dapat tercemar oleh kuman-kuman/bakteri penyebab diare. Sehingga balita yang menggunakan botol tersebut beresiko terinfeksi diare.
3.      Menyimpan makanan masak pada suhu kamar, bila makanan disimpan beberapa jam pada suhu kamar, makanan akan tercermar dan kuman akan berkembang biak.
4.      Menggunakan air minum yang tercemar.
5.      Tidak mencuci tangan sesudah buang air besar dan sesudah membuang tinja anak atau sebelum makan dan menyuapi anak.
6.      Tidak membuang tinja dengan benar, seringnya beranggapan bahwa tinja tidak berbahaya, padahal sesungguhnya mengandung virus atau bakteri dalam jumlah besar. Selain itu tinja binatang juga dapat menyebabkan infeksi pada manusia.
Faktor perilaku penyebab diare di daerah Dusun Ngumpul, Jogoroto, Jombang :
a.       masih kurang dalam pengetahuan tentang akibat dan cara penanganan penyakit diare,
b.      membiarkan anak bermain di sungai,
c.       tidak membiasakan anaknya untuk cuci tangan sebelum makan, 
d.      mencuci tangan tidak menggunakan sabun, tetapi hanya dilakukan sewaktu tangan tampak kotor,
e.       masih banyaknya masyarakat yang membiarkan anaknya bermain di sungai, BAB disungai, mereka masih memanfaatkan “toilet terbuka” yang biasanya terletak di kebun, pinggir sungai, atau empang, dan
f.       membuang sampah di belakang rumah ataupun di lahan kosong belakang rumah.

C.     Penularan Diare
Penularan penyakit diare adalah kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung, seperti :
1)      Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor.
2)      Bermain dengan mainan yang terkontaminasi, apalagi pada bayi sering memasukan tangan, mainan, ataupun yang lain kedalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan dipermukaan udara sampai beberapa hari.
3)      Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar.
4)      Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.
5)      Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.
D.     Gejala dan Akibat diare
Departemen Kesehatan RI (2000), mengklasifikasikan jenis diare menjadi empat kelompok yaitu :
1)      Diare akut: yaitu diare yang berlangsung kurang dari empat belas hari (umumnya kurang dari tujuh hari),
2)      Disentri; yaitu diare yang disertai darah dalam tinjanya,
3)      Diare persisten; yaitu diare yang berlangsung lebih dari empat belas hari secara terus menerus,
4)      Diare dengan masalah lain; anak yang menderita diare (diare akut dan persisten) mungkin juga disertai penyakit lain seperti demam, gangguan gizi atau penyakit lainnya.
Diare akut dapat mengakibatkan:
(1)   kehilangan air dan elektrolit serta gangguan asam basa yang menyebabkan dehidrasi, asidosis metabolik dan hipokalemia,
(2)   Gangguan sirkulasi darah, dapat berupa renjatan hipovolemik sebagai akibat diare dengan atau tanpa disertai muntah,
(3)   Gangguan gizi yang terjadi akibat keluarnya cairan berlebihan karena diare dan muntah.
D.1  Gejala Diare
a.       bayi atau anak menjadi cengeng dan gelisah. Suhu tubuhnya meninggi
b.      tinja bayi encer, berlendir, atau berdarah
c.       warna tinja kehijauan akibat bercampur dengan cairan empedu
d.      anusnya lecet
e.       gangguan gizi akibat intake (asupan) makanan yang kurang
f.       muntah sebelum atau sesudah diare
g.       hipoglikemia (penurunan kadar gula darah)
h.      dehidrasi (kekurangan cairan)
D.2 Akibat Diare
a) Dehidrasi
Dehidrasi akan menyebabkan gangguan keseimbangan metabolisme tubuh. Gangguan ini dapat mengakibatkan kematian pada bayi. Kematian ini lebih disebabkan bayi atau anak kehabisan cairan tubuh. Hal ini disebabkan karena asupan cairan itu tidak seimbang dengan pengeluaran melalui muntah dan berak, meskipun berlangsung sedikit demi sedikit. Banyak orang menganggap bahwa pengeluaran cairan seperti ini adalah hal biasa dalam diare. Namun, akibatnya sungguh berbahaya. Presentase kehilangan cairan tidak harus banyak baru menyebabkan kematian. Kehilangan cairan tubuh sebanyak 10% saja sudah membayakan jiwa.
Dehidrasi dibagi menjadi tiga macam, yaitu dehidrasi ringan, dehidrasi sedang dan dehidrasi berat. Disebut dehidrasi rigan jika cairan tubuh yang hilang 5%. Jika cairan yang hilang sudah lebih 10% disebut dehidrasi berat. Pada dehidrasi berat, volume darah berkurang, denyut nadi dan jantung bertambah cepat tetapi melemah, tekanan darah merendah, penderita lemah, kesadaran menurun dan penderita sangat pucat.
b) Gangguan pertumbuhan
Gangguan ini terjadi karena asupan makanan terhenti sementara pengeluran zat gizi terus berjalan. Jika tidak ditangani dengan benar, diare akan menjadi kronis. Pada kondisi ini obat-obatan yang diberikan tidak serta merta dapat menyembuhkan diare. Ketidaktahuan orangtua, cara penanganan dokter yang tidak tepat, kurang gizi pada anak, dan perubahan makanan mendadak dapat menjadi faktor pencetus diare.
Pada orang dewasa, diare jarang menimbulkan kematian. Pada bayi atau anak-anak, dalam waktu singkat, diare akan menyebabkan kematian. Jika diare dapat disembuhkan tetapi sering terjadi lagi, akan menyebabkan berat badan anak terus merosot. Akibatnya, anak akan kekurangan gizi yang menghambat pertumbuhan fisik dan jaringan otaknya.
E.     pencegahan diare
Dalam pencegahan diare, beberapa upaya yang mudah dilakukan yaitu :
a.       Penyiapan makanan yang higienis seperti menjaga kebersihan dari makanan atau minuman yang kita makan, tutuplah makanan rapat rapat agar terhindar dari lalat dan kebersihan perabotan makan ataupun alat bermain si kecil.
b.      Penyediaan air minum yang bersih yaitu dengan cara merebus air minum hingga mendidih
c.       Sanitas air yang bersih
d.      Kebersihan perorangan
e.       Cucilah dengan sabun sebelum dan makan, mengolah makanan juga setelah buang air besar. Karena penularan kontak langsung dari tinja melalui tangan/ serangga, maka menjaga kebersihan dengan menjadikan kebiasaan mencuci tangan untuk seluruh anggota keluarga. Cucilah tangan sebelum makan dengan sabun atau menyediakan makanan untuk sikecil.
f.       Biasakan buang air besar pada tempatnya (WC, toilet, jamban)
g.       Tempat buang sampah yang memadai yaitu memisahkan sampah kering dengan yang basah
h.      Berantas lalat agar tidak menghinggapi makanan
i.        Lingkungan hidup yang sehat yaitu dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar
Sikap keluarga dalam pencegahan diare, antara lain yaitu :
-          menyediakan makanan yang higienis
-          mencuci tangan dengan sabun
-           menutup makanan
-          memasak air sampai mendidih
-          dll

F.      Pengobatan diare
Obat-obat yang diberikan untuk mengobati diare ini dapat berupa :
a.       Kemoterapi
b.      Obstipansia
c.       Spasmolitik
d.      Probiotik
Sebelum diberikan obat yang tepat mak pertolongan pertama pengobatan diare ialah mengatasi pengeluaran cairan atau elektrolit yang berlebihan (dehidrasi) terutama pada pasien bayi dan usia lanjut, karena dehidrasi dapat mengakibatkan kematian. Gejala dehidrasi :
-          Haus
-          Mulut dan bibir kering
-          Kulit menjadi keriput (kehilangan turgor)
-          Berkurangnya air kemih
-          Berat badan menurun dan
-          gelisah
pertolongan yang pertama dilakukan adalah pemberian oralit yaitu campuran dari :
-          NaCl                3,5 gram
-          KCl                  1,5 gram
-          NaHCO3              2,5 gram
-          Glukosa           20 gram
Atau dengan memberikan larutan infuse secara intra vena antara lain :
·         Larutan NaCl 0,9 % (normal saline)
·         Larutan Na. laktat majemuk (ringer laktat)
Setelah itu dapat diberikan obat-obatan lain yang dipilih berdasarkan jenis penyebab diare melalui pemeriksaan yang teliti.
1)      Kemoterapi
Untuk terapi kausal yang memusnahkan bakteri penyebab penyakit digunakan obat golongan sulfonamide tau antibiotic
2)      Obstipansia
Untuk terapi simptomatis dengan tujuan untuk menghentikan diare, yaitu dengan cara :
·         Menekan peristaltic usus (loperamid)
·         Menciutkan selaput usus atau adstringen (tannin)
·         Pemberian adsorben untuk menyerap racun ayng dihasilkan bakteri atau racun penyebab diare yang lain (carbo adsorben, kaolin)
·         Pemberian mucilage untuk melindungi selaput lender usus yang luka
3)      Spasmolitik
Zat yang dapat melemaskan kejang-kejang otot perut (nyeri perut) pada diare (atropin sulfat)
4)      Probiotik untuk meningkatkan daya tahan tubuh
Lactobacillus dan bifidobacteria (disebut Lactid Acid Bacteria / LAB) merupakan probiotik yang dapat menghasilkan antibiotic alami yang dapat mencegah / menghambat pertumbuhan bakteri pathogen. LAB dpat menghasilkan asam laktat yang mneybabkan pH usus menjadi asam, suasana asam akan menghambat pertumbuhan bakteri pathogen. LAB ini dapat membantu memperkuat dan memperbaiki pencernaan bayi, mencegah diare.



BAB IV
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Diare didefinisikan sebagai bertambahnya defekasi (buang air besar) lebih dari biasanya/lebih dari tiga kali sehari, disertai dengan perubahan konsisten tinja (menjadi cair) dengan atau tanpa darah. Secara klinik dibedakan tiga macam sindroma diare yaitu diare cair akut, disentri, dan diare persisten. Sedangkan menurut menurut Depkes RI (2005), diare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari .

Makalah Kesehatan Reproduksi Wanita


Hormon adalah kunci untuk kesehatan reproduksi dalam semua aspek kehidupan seksual seorang wanita. Hormon mengatur haid, kesuburan, menopause, dan gairah seks (libido). Hormon-hormon utama yang mempengaruhi siklus menstruasi dan kesuburan diproduksi oleh kelenjar di otak dan oleh ovarium.

Makalah Kesehatan reproduksi Wanita usia SuburSebuah bagian dari otak yang disebut hipotalamus menghasilkan GnRH (gonadotropin-releasing hormone). GnRH adalah hormon yang memicu kelenjar pituitary-a seukuran kacang tepat di bawah hipotalamus-untuk melepaskan dua hormon lain: hormon perangsang folikel (FSH) dan luteinizing hormone (LH). FSH dan LH pada gilirannya memulai proses ovulasi (pelepasan sel telur) dalam ovarium.

Selama proses ini, ovarium juga memproduksi estrogen dan progesteron, yang keduanya membantu mempersiapkan rahim untuk kehamilan. Jika kehamilan tidak terjadi, menstruasi, penumpahan lapisan rahim, menandai akhir dari siklus menstruasi. Jika salah satu hormon yang terlibat dalam siklus menstruasi tidak seimbang, hasilnya bisa menstruasi yang tidak teratur atau tidak terjawab.
Diagnosis masalah kesehatan reproduksi wanita dimulai dengan sejarah wanita medis, pemeriksaan fisik dan panggul, dan tes darah untuk mengukur kadar hormon. Tergantung pada temuan awal, tes lain mungkin diperlukan untuk melengkapi diagnosis. Pendekatan ini berlaku untuk berbagai masalah kesehatan reproduksi wanita-amenore (kurangnya periode), infertilitas, menopause - hyperlink, dan disfungsi seksual perempuan terkait dengan hormon.

Amenore

Amenore adalah istilah medis untuk tidak adanya periode menstruasi. Amenore tidak normal kecuali sebelum pubertas, selama kehamilan dan menyusui dini, dan setelah menopause - hyperlink. Setiap wanita yang merindukan lebih dari tiga periode dalam waktu satu tahun harus menemui dokter untuk menemukan penyebabnya.

Penyebab amenore

Amenore disebut primer jika seorang wanita belum mulai menstruasi pada usia 16 tahun. Amenore primer biasanya karena masalah organ genetik atau reproduksi yang hadir pada saat lahir tetapi tidak melihat sampai pubertas. Sindrom Turner adalah salah satu contoh.

Amenore disebut sekunder jika seorang wanita yang memiliki periode di masa lalu kehilangan menstruasi selama minimal enam bulan. Kehamilan adalah penyebab paling umum dari amenore sekunder. Penyebab umum lainnya adalah menopause dini, juga disebut insufisiensi ovarium primer (POI) atau kegagalan ovarium prematur.

Amenore hipotalamus terjadi ketika hipotalamus di otak melambat atau berhenti melepaskan GnRH, hormon yang mengontrol siklus menstruasi. Perempuan biasanya terkena adalah mereka dengan gangguan makan atau yang atlet, penari balet seperti, skaters sosok, dan pelari. Apa yang mereka memiliki kesamaan adalah
  •     berat badan rendah
  •     persentase lemak tubuh yang rendah
  •     kalori sangat rendah atau asupan lemak 
  •     stres emosional
  •     olahraga berat yang membakar kalori lebih dari yang diambil dalam melalui makanan
  •     beberapa kondisi medis atau penyakit

Amenore juga bisa disebabkan oleh tumor jinak pada kelenjar pituitari, obesitas, sindrom ovarium polikistik, dan gangguan kelenjar adrenal. (Adrenals dua kelenjar kecil yang terletak di atas setiap ginjal yang memproduksi beberapa hormon seks.) Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah masalah reproduksi umum yang kadang-kadang menyebabkan amenore. Namun, kebanyakan wanita dengan PCOS memiliki periode menstruasi tidak teratur, tidak amenore.

Pengobatan
Pengobatan amenore bervariasi tergantung pada penyebabnya. Ini bisa melibatkan perubahan gaya hidup seperti memperoleh atau kehilangan berat badan, berolahraga kurang intens, atau mengurangi stres, obat-obatan, operasi untuk memperbaiki kelainan pada organ reproduksi, atau kombinasi pendekatan. Beberapa wanita minum pil KB untuk mengatur periode mereka. Obat-obat ini, yang menggabungkan estrogen dan progesteron, mempertahankan tingkat keseimbangan hormon-hormon dalam tubuh.
Amenore berkepanjangan dapat meningkatkan risiko keropos tulang, sehingga mengambil suplemen kalsium dan vitamin D dianjurkan. Wanita dengan amenore hipotalamus juga perlu menambah berat badan atau benar masalah mendasar lainnya untuk menjaga tulang yang kuat.

infertilitas wanita
Infertilitas adalah ketidakmampuan pasangan yang aktif secara seksual, tidak menggunakan kontrol kelahiran, untuk hamil setelah satu tahun mencoba. Sekitar seperempat dari infertilitas perempuan disebabkan oleh masalah dengan ovulasi. Biasanya, setiap bulan telur matang dalam folikel sendiri (semacam bubble) di ovarium dan dilepaskan ke dalam tuba falopi. Proses ovulasi adalah masa subur dari siklus menstruasi.

Alasan terjadinya infertilitas
Kurangnya ovulasi atau jarang ovulasi: Absen atau tidak teratur ovulasi adalah penyebab umum dari ketidaksuburan, dan dapat disebabkan oleh
  • sindrom ovarium polikistik
  • amenore hipotalamus
  • masalah yang menyebabkan pituitary untuk melepaskan terlalu banyak prolaktin, hormon yang mempengaruhi tingkat estrogen
  • insufisiensi ovarium primer

Umur: Ada penurunan bertahap dalam kuantitas dan kualitas telur awal ketika seorang wanita berusia 30-an pertengahan, atau sekitar 10 tahun sebelum menopause.

Kondisi lain yang terkait dengan hormon: Sebuah kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif, diabetes, obesitas, dan, kadang-kadang, sindrom Cushing (gangguan pada kelenjar adrenal) dapat mempengaruhi kesuburan.
Penyebab lain infertilitas termasuk penyumbatan tuba, endometriosis, dan faktor infertilitas pria.

PENGARUH RADIASI HP TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
     Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah Yang Maha Esa karena rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini berjudul “PENGARUH RADIASI HP TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI” . Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Kesehatan Masyarakat yang diberikan pada program studi D-III Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan dan do’a. Juga kepada Ibu Siti Sundari ,S E, M.Kes yang telah memberikan bimbingan dalam penulisan makalah serta dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Serta kepada teman-teman kelas IA.
      Sebagaimana judul makalah ini diharapkan dapat memberikan wawasan pada pembaca khususnya masyarakat agar mengetahui bagaimana dampak negatif radiasi GEM HP terhadap kesehatan reproduksi. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat menghargai kritikan yang membangun demi perbaikan makalah ini. Demikian besar harapan penulis agar makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca khusunya ibu hamil.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Malang, April 2013
 
 
 
Penulis




BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang

     Hand Phone (HP) merupakan salah satu teknologi informasi yang berkembang pesat di lingkungan masyarakat saat ini. Teknologi HP kini telah menggunakan gelombang elektro magnetik (GEM) sebagai media transmisi data yang lebih praktis.
     
     Dalam ruang hampa, gelombang ini merambat dengan kecepatan 3 x 108 m/s. Tubuh manusia akan tersinari oleh berbagai frekuensi gelombang magnetik yang kompleks. Tingkat paparan gelombang elektromagnetik dari berbagai frekuensi berubah secara signifikan sejalan dengan perkembangan teknologi yang menimbulkan kekhawatiran bahwa paparan dari gelombang elektromagnetik ini dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan fisik manusia. Ada kemungkinan gangguan tersebut adalah electrical sensitivity, yang merupakan gangguan fisiologis dengan tanda dan gejala neurologis maupun kepekaan, berupa berbagai gejala dan keluhan. Gangguan ini umumnya disebabkan oleh radiasi elektromagnetik yang berasal dari jaringan listrik tegangan tinggi atau ekstra tinggi, peralatan elektronik di rumah, di kantor maupun industri. Termasuk telepon seluler (ponsel) maupun microwave oven, ternyata sangat potensial menimbulkan berbagai keluhan tersebut. Banyak kalangan mengklaim bahwa gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh alat-alat listrik dapat mengganggu kesehatan pengguna dan orang-orang yang berdiri di sekitarnya.
     
     Hal inilah yang menyebabkan penulis merasa prihatin sehingga ikut berpartisipasi dalam sosialisasi dampak negatif radiasi HP terhadap kesehatan. Partisipasi ini dilakukan dalam wujud penulisan karya tulis. Diharapkan dengan penulisan karya tulis ini dapat mengungkapkan pengaruh HP terhadap kesehatan reproduksi sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan hal ini. Penulisan ini dikemas dalam karya tulis yang berjudul ”PENGARUH NEGATIF RADIASI HP TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI”.

I.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengaruh radiasi HP terhadap kesehatan reproduksi?
2. Siapa sasaran yang perlu menjaga kesehatan reproduksi dari pengaruh radiasi HP?
3. Mengapa perlu menjaga kesehatan reproduksi dari pengaruh radiasi HP?
4. Dimana tempat yang aman untuk menjaga kesehatan reproduksi dari pengaruh radiasi HP?
5. Kapan waktu yang tepat untuk menjaga kesehatan dari pengaruh radiasi HP?
6. Bagaimana tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dari pengaruh radiasi HP?

I.3 Tujuan Penulisan

1. Mengungkapkan pengaruh radiasi HP terhadap kesehatan reproduksi.
2. Untuk mengetahui sasaran yang perlu menjaga kesehatan reproduksi dari pengaruh radiasi HP.
3. Untuk mengetahui perlunya menjaga kesehatan reproduksi dari pengaruh radiasi HP.
4. Untuk mengetahui tempat yang aman untuk menjaga kesehatan reproduksi dari pengaruh radiasi HP.
5. Untuki mengetahui waktu yang tepat untuk menjaga kesehatan dari pengaruh radiasi HP.
6. Untuk mengetahui tingkat kesadaran masyarakat tentang pengaruh radiasi HP.

I.4 Manfaat Penulisan

Penulisan ini memberi manfaat, antara lain:
1. Bagi Penulis
a. Memberikan wawasan dan pengalaman dalam menyusun karya tulis ilmiah.
b. Membuat penulis lebih peka terhadap efek negatif yang timbul dari perkembangan IT yang pesat di lingkungan masyarakat.

2. Bagi Masyarakat
a. Dapat dijadikan referensi dan sumber pengetahuan terutama dalam hal kesehatan reproduksi.
b. Bisa dijadikan dasar dalam melakukan penelitian lanjutan.


BAB II
PEMBAHASAN

2.I Pengaruh radiasi HP terhadap Kesehatan Reproduksi

     Gelombang elektromagnetik ditemukan oleh Heinrich Hertz. Gelombang elektromagnetik termasuk gelombang transversal. Gelombang elektromagnetik dapat bersifat seperti gelombang atau seperti partikel. Gelombang, dicirikan oleh kecepatan (kecepatan cahaya panjang gelombang dan frekuensi. Jika dipertimbangkan sebagai partikel, mereka diketahui sebagai foton, dan masing-masing mempunyai energi berhubungan dengan frekuensi gelombang ditunjukan oleh hubungan Planck.
     Pemanfaatan GEM dalam kehidupan sehari-hari memang sangat berperan penting. Akan tetapi ternyata GEM juga memiliki pengaruh buruk, salah satu dibidang kesehatan reproduksi seperti:
  1. Sperma bisa rusak atau abnormal jika terlalu sering terpapar radiasi ponsel tersebut.
  2. Wanita yang menggunakan HP ketika hamil memiliki kecenderungan bakal melahirkan anak-anak dengan masalah tingkah lakunya. Wanita hamil yang memakai HP yang meskipun hanya 2 atau 3 kali dalam sehari, cukup untuk menimbulkan resiko bayi mereka terkena penyakit hiperaktif dan bisa mengalami kesulitan dalam pemahaman/proses belajar, emosi dan sosialisasi anak pada saat sekolah.
  3. Penurunan Gairah Sex, Rasa Terbakar dan Kelelahan.Ukroina Riset pada binatang menunjukkan pengguna ponsel dapat menurunkan gairah sex secara drastic. Tikus yang terpapar radiasi ponsel menghasilkan jauh lebih sedikit hormone testoteron dalam darah dibandingkan tikus yang tak terpapar. Semakin tinggi tingkat radiasi semakin sedikit testosterone yang dihasilkan, sehingga menurunkan gairah seksual. Skandinavia Riset yang disponsori oleh industry ponsel, pemerintah Norwegia dan Swedia menegaskan adanya korelasi antara lama frekuensi/ seringnya penggunaan ponsel dengan munculnya gejala-gejala kelelahan/ fatique rasa terbakar, dan sakit kepala. Pengguna ponsel juga ada yang melaporkan telah mengalami kulit gatal-gatal, terbakar dan kejang-kejang.
  4. Bayi cacat di USA, radiasi ponsel juga dikaitkan dengan bahaya terhadap ibu hamil dan janin yang dikandungnnya. Sebuah studi menunjukkan bahwa radiasi ponsel menyebabkan cacat pada emberio ayam.
2.2 Sasaran yang perlu menjaga kesehatan reproduksi dari pengaruh radiasi HP

     Sasaran yang perlu menjaga kesehatan reproduksi dari pengaruh radiasi HP adalah seluruh lapisan masyarakat mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, orangtua, sampai lanjut usia. Karena radiasi HP akan mempengaruhi dampak negatif kepada siapa saja khusnya bayi sampai anak-anak bahkan remaja pun juga.
       Menjauhkan HP dari anak-anak karena otak mereka yang masih muda sangat sensitive terhadap radiasi HP jika terkena cukup lama. Terlebih lagi bayi jauh lebih sensitive lagi bahkan beberapa tidak bisa menahannya.
       Departemen kesehatan masyarakat Toronto telah menasehatkan para remaja dan anak-anak keciluntuk membatasi penggunaan ponsel mereka, dalam rangka menghindari resiko kesehatan yang cukup potensial. Ini merupakan ebijakan yang pertama di Kanada.
     Para pejabat sudah memperingatkan bahwa oleh karena adanya efek samping dari radiasi frekuensi radio, anak-anak di bawah umur delepan tahun seharusnya menggunakan telepon selular hanya dalam keadaan darurat, dan para remaja perlu membatasi panggilan untuk kurang dari 10 menit.

2.3 Perlunya menjaga kesehatan reproduksi dari pengaruh radiasi HP

    Sungguh tragis mendapati bahwa handphone (HP) yang setiap hari dipakai masyarakat untuk kebutuhannya ternyata memiliki radiasi yang cukup mematikan dalam jangka panjang jika kita tidak berhati-hati menggunakannya. Yang juga mengejutkan adalah radiasi HP ternyata juga bisa dipakai untuk mematangkan sebutir telur seperti microwave.
Untuk membuktikannya, dibutuhkan :
· 1 butir telur dan 2 HP.
· 65 menit percakapan dari 1 HP ke yang lainnya.
· Set up seperti pada gambar.

Dimulai panggilan antara kedua HP selama kurang lebih 65 menit:
· 15 menit pertama tidak terjadi apa-apa.
Setelah 25 menit telur mulai hangat, setelah 45 menit, telur sudah panas dan setelah 65 menit telur matang.

    Jika radiasi gelombang mikro yang dipancarkan oleh HP mampu memodifikasi protein dalam telur itu. Maka banyak yang terjadi dengan protein dalam otak manusi ketika saling bicara melalui HP.

2.4 Tempat yang aman untuk menjaga kesehatan reproduksi dari pengaruh radiasi HP

      Tempat yang aman untuk menjaga kesehatan reproduksi dari pengaruh radiasi HP yakni dimana saja kecuali jauh dari organ-organ tubuh khususnya pada organ dekat rahim, payudara, alat genetalia dan otak.
v Alangkah baiknya jika HP di letakkan pada tas bukan pada saku pakaian ketika HP tidak dipakai.
v Menelpon menggunakan handsfree jika akan menelepon dalam waktu lama.
v Jangan menelepon di mobil tanpa antenna external di mobil.

2.5 Waktu yang tepat untuk menjaga kesehatan dari pengaruh radiasi HP

     Radiasi elektromagnetik adalah kombinasi medan listrik medan magnet yang berosilasi dan merambat lewat ruang dan membawa energi dari satu tempat ke tempat yang lain. Cahaya tampak adalah salah satu bentuk radiasi elektromagnetik
     Quantum energi yang ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik ponsel, secara kuantitas relatif masih kecil karena hanya berkisar seper sejuta elektron Volts. Namun kalau jarak sumber radiasi dengan materi, yaitu jarak antara pesawat ponsel dengan kepala (khususnya otak) diperhitungkan, maka dampak radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel tidak boleh diabaikan begitu saja. Alasannya adalah karena intensitas radiasi elektromagnetik yang diterima oleh materi (kepala khusus bagian telinga), akan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak, artinya makin dekat dengan sumber radiasi (ponsel) akan makin besar radiasi yang diterima. Persoalan akan lebih menarik lagi, kalau waktu kontak atau waktu berbicara melalui ponsel diperhitungkan, maka akumulasi dampak radiasi akibat pemakaian ponsel perlu dicermati lebih jauh lagi.
       Sebaiknya memakai HP pada saat diperlukan saja. Apabila tidak diperlukan lebih baik dijauhkan, karena akan mengganggu kesehatan tubuh dan mengganggu aktivitas pekerjaan baik untuk remaja dan orang dewasa. Dan bisa mengakibatkan kesalah pahaman kepada seseorang.

2.6 Tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dari pengaruh radiasi HP

     Kesadaran masyarakat akan pengaruh buruk yang mungkin timbul akibat radiasi GEM masih rendah. Tanpa disadari oleh masyarakat, HP yang digunakan sehari-hari juga memancarkan GEM yang dapat berpengaruh buruk pada kesehatan tubuh.

2.7 Studi Kasus

Kebiasaan Meletakkan HP yang Fatal.

      Pernah terjadi seorang wanita berturut-turut mengalami keguguran ketika usia janin berusia 2-3 bulan. Pasangan suami istri ini mengecek kehamilan berikutnya dan mendapati bahwa janin mengalami kerusakan sel berkesinambungan sampai janin mati. Dokter mengatakan bahwa rahim wanita ini telah terinfeksi oleh radiasi HP sehingga membuat janin di dalamnya tidak bisa bertahan lama untuk hidup dan berkembang.
Rahimnya telah mati jadi tidak mungkin bagi dia untuk memiliki janin yang hidup pula.. Selidik punya selidik, wanita ini ternyata memiliki kebiasaan menyimpan HP di jaket kerja dia yang posisinya tepat dekat rahim selama beberapa tahun.

  1. Jangan lagi kita meremehkan resiko dari radiasi HP ini karena akibatnya bisa fatal bagi organ tubuh kita. Jauhkanlah HP dari Anda sebisa mungkin ketika Anda tidak sedang memakainya.
  2. Jangan terlalu sering meletakkan HP dekat dengan ginjal , jantung, dan dikantung celana Anda karena ini bisa merusak ginjal, jantung, dan sistem reproduksi Anda!
  3. Jangan meletakkan HP dekat dengan Anda ketika tidur. Jauhkan juga barang-barang elektronik lainnya (radio, televisi,laptop) dari tempat Anda tidur karena radiasi dari barang-barang elektronik tersebut bisa membahayakan kesehatan Anda dalam jangka panjang. Radiasi yang ada mengganggu proses produksi hormone oleh tubuh kita pada saat kita tidur.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah melakukan prosedur yang telah direncanakan, penulis menyimpulkan bahwa :

  1. GEM HP berpengaruh buruk terhadap kesehatan reproduksi dan dapat menyebabkan berbagai penyakit lainnya.
  2. Tingkat kesadaran remaja akan kesehatan reproduksi masih rendah. Dari 150 responden, 144 responden memiliki HP. Akan tetapi 140 responden berkebiasaan menyimpan HP dalam saku yang dapat berpotensi buruk terhadap kesehatan reproduksi.
  3. Pengetahuan remaja tentang pengaruh negatif radiasi GEM HP tergolong rendah.
B. Saran

Penulis memberikan saran untuk menindak lanjuti gagasan dalam karya tulis ini, yaitu :
  1. Hendaknya hal ini segera disosialisasikan kepada pihak-pihak terkait (misalnya masyarakat, pemerintah, dan peneliti-peneliti).
  2. Hendaknya dilakukan penelitian lanjutan mengenai pengaruh GEM pada kesehatan reproduksi agar nantinya pengaruh ini dapat di minimalisir.
  3. Hendaknya usaha untuk mengatasi permasalahan ini di Indonesia lebih digencarkan lagi.

Makalah Reproduksi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi sekarang ini sangat mendukung dalam kehidupan manusia di Indonesia bahkan di dunia, penemuan yang setiap waktu terjadi dan para peneliti terus berusaha dalam penelitiannya demi kemajuan dan kemudahan dalam beraktivitas.
Ilmu kedokteran khususnya ilmu kesehatan pun begitu cepat bekembang mulai dari peralatan ataupun teori sehingga mendorong para pengguna serta spesialis tidak mau ketinggalan untuk bisa memiliki dan memahami wawasan serta ilmu pengetahuan tersebut.
Terkait ilmu kesehatan dalam hal ini, yaitu kesehatan reproduksi banyak sekali teori-teori serta keilmuan yang harus dimiliki oleh para pakar atau spesialis kesehatan reproduksi. Wilayah keilmuan tersebut sangat penting dimiliki demi mengemban tugas untuk bisa menolong para pasien yang mana demi kesehatan, kesejahteraan dan kelancaran pasien dalam menjalanakan kodratnya sebagai perempuan.
Pengetahuan kesehatan reproduksi bukan saja penting dimiliki oleh para bidan atau spesialais tetapi sangat begitu penting pula dimiliki khususnya oleh para istri-istri atau perempuan sebagai ibu atau bakal ibu dari anak-anaknya demi kesehatan, dan kesejahteraan meraka.
Untuk itu, penulis dalam makalah ini bermaksud ingin memberikan beberapa pengertian yang mudah-mudahan makalah ini bermanfaat untuk khalayak pembaca khususnya para perempuan. Oleh karena itu penulis mengambil judul pada makalah ini, yaitu “KESEHATAN REPRODUKSI”.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan disajikan sebagai berikut:
  1. Apa pengertian Kesehatan Reproduksi?
  2. Apa saja Hak yang terkait dengan Kesehatan Reproduksi?
C. Tujuan Penulisan Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini, yaitu:
  1. Untuk mengetahui pengertian Kesehatan Reproduksi.
  2. Untuk mengetahui hak yang terkait dengan Kesehatan Reproduksi.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Kesehatan Reproduksi
Pengertian Kesehatan Reproduksi
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU No. 23 Tahun 1992).
Definisi ini sesuai dengan WHO, kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan sosial, ditambahkan lagi (sejak deklarasi Alma Ata-WHO dan UNICEF) dengan syarat baru, yaitu: sehingga setiap orang akan mampu hidup produktif, baik secara ekonomis maupun sosial.
Kesehatan reproduksi adalah keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsi serta proses-prosesnya.
Kesehatan reproduksi berarti bahwa orang dapat mempunyai kehidupan seks yang memuaskan dan aman, dan mereka memiliki kemampuan untuk bereproduksi dan kebebasan untuk menentukan keinginannya, kapan dan frekuensinya.

B. Hak yang Terkait Dengan Kesehatan Reproduksi
Membicarakah kesehatan reproduksi tidak terpisahkan dengan soal hak reproduksi, kesehatan seksual dan hak seksual. Hak reproduksi adalah bagian dari hak asasi yang meliputi hak setiap pasangan dan individual untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab jumlah, jarak, dan waktu kelahiran anak, serta untuk memiliki informasi dan cara untuk melakukannya.

Kesehatan Seksual
Kesehatan seksual yaitu suatu keadaan agar tercapai kesehatan reproduksi yang mensyaratkan bahwa kehidupan seks seseorang itu harus dapat dilakaukan secara memuaskan dan sehat dalam arti terbebas dari penyakit dan gangguan lainnya. Terkait dengan ini adalah hak seksual, yakni bagian dari hak asasi manusia untuk memutuskan secara bebas dan bertanggungjawab terhadap semua hal yang berhubungan dengan seksualitas, termasuk kesehatan seksual dan reproduksi, bebas dari paksaan, diskriminasi dan kekerasan.
  1. Prinsip Dasar Kesehatan Dalam Hak Seksual dan Reproduksi
  • Ø Bodily integrity, hak atas tubuh sendiri, tidak hanya terbebas dari siksaan dan kejahatan fisik, juga untuk menikmati potensi tubuh mereka bagi kesehatan, kelahiran dan kenikmatan seks aman.
  • Ø Personhood, mengacu pada hak wanita untuk diperlakukan sebagai aktor dan pengambilan keputusan dalam masalah seksual dan reproduksi dan sebagai subyek dalam kebijakan terkait.
  • Ø Equality, persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dan antar perempuan itu sendiri, bukan hanya dalam hal menghentikan diskriminasi gender, ras, dan kelas melainkan juga menjamin adanya keadilan sosial dan kondisi yang menguntungkan bagi perempuan, misalnya akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi.
  • Ø Diversity, penghargaan terhadap tata nilai, kebutuhan, dan prioritas yang dimiliki oleh para wanita dan yang didefinisikan sendiri oleh wanita sesuai dengan keberadaannya sebagai pribadi dan anggota masyarakat tertentu.
  • Ø Ruang lingkup kesehatan reproduksi sangat luas yang mengacakup berbagai aspek, tidak hanya aspek biologis dan permasalahannya bukan hanya bersifat klinis, akan tetapi non klinis dan memasuki aspek ekonomi, politik, dan sosial-budaya. Oleh karena aitu diintroduksi pendekatan interdisipliner (meminjam pendekatan psikologi, antropologi, sosiologi, ilmu kebijakan, hukum dan sebagainya) dan ingin dipadukan secara integratif sebagai pendekatan transdisiplin.
  1. Hak Aksasi Manusia yang terkait dengan kesehatan
  • Ø Deklarasi Universal HAM 1948
Haka kebebasan mencari jodoh dan membentuk keluarga, perkawinan harus dilaksanakan atas dasar suka sama suka (Pasal 16). Hak kebebasan atas kualitas hidup untuk jaminan kesehatan dan keadaan yang baik untuk dirinya dan keluarganaya (Pasal 25).
  • Ø UU No. 7 Tahun 1984 (Konvensi Penghapusan Diskriminasi Terhadap Wanita:
Jaminan persaman hak ats jaminan kesehatan dan keselamatan kerja, termasuk usaha perlinduangan terhadap fungsi melanjutkan keturunan (Pasal 11 ayat 1f).
Jamainan hak efektif untuk bekerja tanpa dikriminasi atas dasar perkwainan atau kehamilan (Pasal 11 ayat 2).
  • Penghapusan diskriminasi di bidang pemeliharaan kesehatan dan jaminan pelayanan kesehatan termasuk pelayanana KB (Pasal 12).
  • amianan hak kebebasan wanita pedesaan untuk memperoleh fasilitas pemeliharaan kesehatan yang memadai, termasuk penerangan, penyuluhan dan pelayanan KB (Pasal 14 ayat 2 b).
  • Penghapusan diskriminasi yang berhubungan dengan perkawinan dan hubungan kekeluargaan atas dasar persaman antara pria dan wanita (pasal 16 ayat 1).
  • UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM
Setiap orang berhak membentuk suatua kelauarga dan melanjutkan keturunan melalui pekawianana yang sah (Pasal 10).
Setiap orang berhak atas pemenuhan kebutuhan dasarnya untuk tumbuh dan berkembang secara layak (Pasal 11).
Setiap orang berhak atas rasa aman dan tenteram serta perlindungan terhadap ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu (Pasal 30).
Hak wanita dalam UU HAM sebagai hak asasi manusia (Pasal 45).
  • Tap No. XVII/MPR/1998 tentang HAM
Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (Pasal 2).
Hak atas pemenuhan kebutuhan dasar auntuk tumbuh dan berkembang secara layak (Pasal 3).
Hak untuk hidup sejahtera lahir dan batin (Pasal 27).
Dalam pemenuhan hak asasi manusia, laki-laki dan perempuan berhak mendapatkan perlakuan dan perlindungan yang sama (Pasal 39).
  • Wanita berhak untuk mendapatkan perlindungan khusus dalam pelaksanaan pekerjaan/profesinya terhadap hal-hal yang dapat mengancam keselamatan dan atau kesehatannya berkenaan dengan fungsi reproduksi wanita (Pasal 49 ayat 2).
  • Hak khusus yang melekat pada diri wanita dikarenakan fungsi reproduksinya, dijamin dan dilindungi oleh hukum (Pasal 49 ayat 3).
  • Hak dan tanggungjawab yang sama antara isteri dan suaminya dalam ikatan perkawainan (Pasal 51).

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan Kesehatan reproduksi sangatlah penting untuk diketahui oleh para perempuan bakal calon ibu ataupun laki-laki calon bapak. Oleh karena itu bverdasarkan uraian di atas dapat penulis simpulkan bahwa.
  • Definisi kesehatan sesuai dengan WHO, kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dana sosial, ditambahkan lagi (sejak deklarasi Alma Ata-WHO dan UNICEF) dengan syart baru, yaitu: sehingga setiap orang akan mampu hidup produktif, baik secara ekonomis maupun sosial.
  • Kesehatan reproduksi adalah keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsi serta proses-prosesnya.
  • Hak reproduksi adalah bagian dari hak asasi yang meliputi hak setiap pasangan dan individual untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab jumlah, jarak, dan waktu kelahiran anak, serta untuk memiliki informasi dan cara untuk melakukannya.
B. Saran
 
Untuk itu wawasan dan pengetahuan kesehatan reproduksi sangatlah penting untuk bisa dikuasai dan dimiliki oleh para perempuan dan laki-laki yang berumah tangga, supaya kesejahtaraan dan kesehatan bisa tercapai dengan sempurna. Oleh kerana itu penulis memberi saran kepada para pihak yang terkait khususnya pemerintah, Dinas Kesehatan untuk bisa memberikan pengetahuan dan wawasan tersebut kepada khalayak masyarakat dengan cara sosialisasi, kegiatan tersebut mudah-mudahan kesehatan reproduksi masyarakat bisa tercapai dan masyarakat lebih pintar dalam menjaga kesehatannya.

DAFTAR PUSTAKA

Mona Isabella Saragih, Amkeb, SKM. Materi Kesehatan Reproduksi. Akademi Kebidanan YPIB Majalengka.